“Ya allah berkahilah kami di bulan rajab
dan sya`ban dan sampaikanlah kami di bulan ramadhan”. Untaian doa itu
mengalir berarak sampai menjulang ke langit ke tujuh, ribuan bahkan
jutaan kalimat doa itu terus menerus menuju langitNya. Tetapi diantara
jutaan doa itu tak kutemui suaramu yang ikut berarak bersama semilirnya
angin di tengah malam. Ku liat kau masih lelap di sana, padahal aku
pun sangat rindu berjumpa denganmu, tapi sekalipun kau tak pernah
menyebut namaku dalam setiap doamu, atau bahkan dalam setiap mimpimu,
tak pernah kauselipkan di sana.
Tubuhmu juga tak kau biasakan berjumpa
denganku, untuk terus berlapar lapar, manahan lapar dan dahaga.
Padahal sang rasul telah mencontohkan dimna beliau memperbanyak puasa di
dua bulan sebelum aku datang. Agar fisikmu tak lagi kaget, atau malah
jatuh sakit ketika aku datang. Agar kau pun mengerti bagaimana yang di
luar sana masih banyak bukan hanya di satu bulan saja, tetapi juga
berbulan bulan bahkan bertahun tahun, merasakan apa yang akan kau rasa
di setengah harinya dalam sebulan. Dan akhirnya kau akan menjadi
makhluk yang bersyukur dan bertambah keimananmu ketika aku pamit nanti.
Kau sedikit sekali berkumpul dengan
orang orang yang bisa memberikan manfaat kebaikan padamu, kau jarang
berlama lama duduk di mana itu menjadi rumah Allah. Pekerjaan dan
pekerjaan itu yang selalu menjadi alasanmu. Bahkan ketika adzan
memanggilmu, kau tak cepat cepat lari pukang menyambutnya, padahal
letaknya hanya beberapa jengkal dari rumahmu. Padahal disana kau bisa
menemui banyak orang yang memberikan aura aura kebaikan padamu.
Kau jarang bercengkrama , apalagi
berlama lama dengan sekumpulan huruf yang membentuk kalimat kalimat
indah yang merupakan kalam dariNya. Sehingga ketika aku datang nanti
kau sudah sangat terbiasa duduk berlam lama, tanpa merassa kesemutan
untuk terus dan terus membacanya, hingga kau jumpai penutup doa setelah
menyelesaikannya, dan kau mengulanginya lagi dari awal. Aku takut
nantinya, Kitab yang penuh makna itu hanya kau sentuh tatkala kantormu
mengadakan pertemuan bersama menyambutku, itu pun hanya ayat ayat
tertentu, sekalipun tak ada niat kau menyelesaikan membacanya,
menemani malam malammu, kau tetap meletakannya di pojok kamar di atas
lemari, tertata rapi dan bersih, karena tak pernah kau sentuh dengan
tangan tanganmu.
Kau juga masih dengan keinginan
keinginanmu untuk membeli ini dan itu, tak kau sisihkan sedikitpun
untuk mereka , sehingga akhirnya di saat aku datang, kau tak lagi bisa
menyenangkanku dengan pemberianmu kepada mereka mereka yang mempunyai
hak atas hartamu aku takut akhirnya orang orang yang berhak atas hartamu
pun akhirnya tak mendapatkan apa yang menjadi haknya. Padahal berlipat
lipat yang akan kau dapat ketika kau melakukannya.
Aku takut kejadian pertemuan kita tahun
lalu akan berulang, kau tak pernah mempedulikanku, kau acuhkan aku, kau
hanya terliat bahagian hanya di awal awal ketika aku datang saja,
setelah itu kau lupa begitu saja. Aku takut pertemuan kita yang indah
hanya indah di awal awal saja, setelah beberapa hari kau merasa bosan
dan akhirnya menjalaninya sebagai rutinitas belaka. Padahal kau belum
selesai melalui tiga tahapan yang akan kau lalui. Kau malah sibuk
berjalan jalan ke mall, untuk menghias tubuhmu dimana orang orang
mengatakan ayo menyambut kemenangan. Kenapa tak kau beli hiasan itu
sekarang saja, hingga ketika aku datang, kau sepenuh hati menungguiku
hingga aku pulang. sehingga ketika aku datang kau bisa berlama lama
menyepi berdua denganku, untuk menemuiNya, di malam malam Nya.
Tak kah kau rindu gegap gembitanya
malaikat yang turun ke bumi, dengan ribuan jumlahnya, bersama sang maha
pemilik Alam raya ini, bahkan seluruh makhluk tertunduk dan bersiap
menyambutnya. Atau bahkan tak pernah kau pinta dari sekarang untuk
bertemu dengan sang malam yang luar biasa indah itu, yang sama dengan
puluhan ribu malamNya.
Sungguh aku pun sangat merindu dirimu,
semoga kau pun juga merinduku, dalam setiap doa doamu, dalam setiap
langkah langkahmu, dalam setiap alunan napasmu, aku hanya bisa berdoa,
semoga disampaikan umurmu menemuiku, hinga rahmad, ampunan, dan
kebebasan dari api neraka akan kau peroleh dengan indahnya. Amin
***************
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar