Senin, 12 Maret 2012

TUTUT atau SIPUT, tetep aja enak

Sabtu , tanggal 10 Maret 2012, sepulang dari pernikahan seorang teman, aku dan temanku jalan jalan di sekitar cibinong dan bogor. Awalnya sebenarnya aku mau pulang ke rumah kakak, waktu itu sama kakak mau dijemput di daerah AURI, ttapi akhirnya aku memilih naik angkot saja dari cimanggis ke cibinong, itung itung sambil liat liat jalan. Tetapi ternyata temanku  sebut saja tutung ini malah memberikan kejutan dengan mengantarkanku ke sampai ke pemda bogor. Katanya sekalian latihan nyetir.. gubraakkk... ternyata dia baru aja launcing menyetir tanpa didampingi bapaknya.... whatssss... dan aku menjadi korban kelinci percobaannya. Alhamdulillah setelah satu jam setengah, setelah mengantarkan teman ke PAL bis, kami akhirnya samapai ke Pemda bogor.

Tentunya dengan jantung yang masih deg degan, maklumlah, temanku tutung ini baru saja bisa nyetir... waduuuhhh, cuman dengan bismillah dan pekik takbir (dalam hati tentunya) kami menyusuri jalanan yang macetnya dan ramainya luar biasa. Tepat pukul 16.30, kami sampai ke pemda Bogor. Disana wahhh. ternyata ndak rugi ketika kami tidak jadi pergi ke makaroni panggang. Di sepanjang jalan pemda tersebut , banyak sekali warung lesehan. Ada yang masih siap siap buka sampai ada yang sudah buka, dari masakan khas indonesia, samapai masakan berasa jepang dan lainnya.

Setelah memilih milih akhirnya kami memilih satu tenda biasa, tetapi judulnya luar biasa. "TUTUT atau SIPUT"... Ha ha ha.. pastilah dalam hati temanku belum pernah makan tutut ini. Tutut adalah sejenis siput yang hidup di air dengan cangjang yang runcing. Kita biasa menyebutnya dengan keong. Tetapi beda dengan keong kebanyakan lainnya, jangan samapai tertukar dengan keong mas. Tutut ini ujungnya runcing sedang keong mas bentuknya bulat setengan melingkar. Di desaku, tutut ini banyak dijumpai di sawah ataupun di tempat pemeliharaan ikan. Kebetulan di rumah juga punya kolam ikan , jadi aku sring sekali kalau pulang ke rumah akan mencari tutut ini. Rasanya manis dan gurih dan enak. Dibandingkan daging ataupun ayam ataupun lainnya , wahh masih enak tutut ini...apalagi kalau dibumbui pedas. 

Kesukaan saya dengan tutut ini diawali dari pakdhe dari bapak yang memang keluarganya menyukai tutut, kata beliau bagus untuk tubuh, dapat menyembuhkan penyakit diabetes ataupun lainnya. Karena makannya lumut ini juga bagus untuk kecantikan... aku sih waktu itu manggut manggut aja.. karena penasaran akhirnya aku mencoba sendiri, menangkap beberapa, dan dimasukan ke dalam ember selama 3 hari, dimana setiap setengah hari airnya dibersihkan, hal ini untuk membersihkan tutut tersebut.Baru setelah 3 hari tutut siap dimasak.Waktu itu aku lebih suka memasaknya dengan dimasak pepes pedas. dan dalam satu rumah, aku sendiri yang memakannya.. ha ha ha... yang lainnya menunggu aja, kalau aku tidak keracunan baru mereka makan... weitsss...

Sore itu tutut yang kami beli dimasak dengan kuah, wahh rasanya enak. Begitu diseruput tututnya, rasanya sudah ada rasa merica yang masuk ke mulut, bumbunya seperti serai, daun salam, bawang merah juga berasa di lidah. Untuk satu porsinya tutut dihargai 3000 rupiah. , wahhh murah sekali, apalagi isinya banyak. Ada yang kecil ada yang besar. Jika besar kita bisa menggunakan alat yang disediakan penjual, jika masih kecil tututnya kita bisa menyeruputnya saja. Tetapi hati hati tutut disini tidak semua dibrsihkan, jadi kadang masih ada yang kotorannya masih di dalam cangkangnya. Kalau kemakan rasanya sangat pahit.






Di sebelah tenda Tutut , ada tenda es durian, yang mana kuliat banyak pembeli yang datang dan pergi.. wahhh pasti nak nih es durennya. Kebetulan aku adalah penggemar duren. dan kami pun akhirnya memutuskan untuk membelinya, wahhh rasana ya lumayanlah, Awal ketuka dinikmati enak, tetapi ada beberapa durian yang keliatanya belum matang benar, sehingga agak merusak rasa, tetapi overall enak lah es durennya...




Selesai makan tutut dan es duren, kami masih melanjutkan berburu makanan lainnya, waktu itu kami melihat sebuah tenda angkringan  yang sangat ramai.. akhirnya kami mampir ke sana, sembari menunggu jemputan dari kakak ipar yang tingal di bojong, dan hasilnya tidak mengecwakan...




rasnya seperti di semarang, tapi lebih lengkap disini.... wahhh.. menyenangkan....dari ketiga makanan untuk berempat itu kami habis 50.000 rupiah untuk 3 orang.. dan karena sudah menjelang magrib dan keponakan sudah tiba,, akhirnya selesai sudah kulineran hari itu...alhamdulillahhh

1 komentar: