tetesan demi tetesan terus mengalir tak henti
gemericik merdunya, terangkai dalam sebuah simponi
getaran gelombangnya menyeruak, merangkai nada
****
hening
sunyi
sepi tak pernah sepi menghampiri
Pelikan yang tak pernah bosan
ikan yang tak pernah lelah bergerak
planton yang tak pernah punah
*****
berdiri di sana
duduk di sana
merenung di sana
bernyanyi di sana
takkan pernah bosan
****
hingga getaran gelombangnya membuang semua arang
hingga riuh deburan airnya membersihkan semua jelaga
hingga simponi sang bayu yang mengusir mendung yang menggantung
Hingga aku berhasil memandang Sang Surya yang menantang
gemericik merdunya, terangkai dalam sebuah simponi
getaran gelombangnya menyeruak, merangkai nada
****
hening
sunyi
sepi tak pernah sepi menghampiri
Pelikan yang tak pernah bosan
ikan yang tak pernah lelah bergerak
planton yang tak pernah punah
*****
berdiri di sana
duduk di sana
merenung di sana
bernyanyi di sana
takkan pernah bosan
****
hingga getaran gelombangnya membuang semua arang
hingga riuh deburan airnya membersihkan semua jelaga
hingga simponi sang bayu yang mengusir mendung yang menggantung
Hingga aku berhasil memandang Sang Surya yang menantang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar