Saatnya meraih kemenangan….
Sore ini hari pertama Ramadhan kau tampak lain…
Sebalut kerudung menghias di kepalamu…
Wajahmu tersenyum ayu tanpa hiasan yang berlebihan
Saatnya meraih kemenangan
Pagi ini hari kedua Ramadhan kau terliat lain….
Selendang itu ntah mengapa tak lagi kau sandang
Lehermu terlihat jenjang
Betismu terliat indah menawan
Sedang rambutmu tergerai rapi
Blazer itu dan rok selututmu membuat kau semakin menarik
Saatnya meraih kemenangan
Pagi itu hari ke 7 ramadhan kau terliat berdiskusi dengan temanmu….
Bukankah lebih baik menghijabi hati dulu
Daripada berhijab , tapi banyak maksiat…
Liatlah diriku pakaianku sopan, tak emmeprliatkan lekuk tubuh…
Daripada berhijab tapi malah menonjolkan aurat…..
Dan tak taukah kau bahwa ayat yang turun adalah julurkan hijabmu sampai ke dada
Bukan untuk julurkan hijabmu sampai ke empedu, karena hati berdekatan dengan empedu
Saatnya meraih kemenangan……..
Sore ini 15 Ramadhan kau tampak lain lagi…
Wajahmu sumringah bercampur haru diantara puluhan anak anak panti asuhan yang kausambangin
Air mata terlihat menetes di sudut sudut pipimu, kau pun menyeka nya dengan malu…..
Mendengar cerita mereka yang harus berjalan kaki berkilo kilo meter untuk bersekolah
Mendengar cerita mereka yang setiap hari harus bergantian jadwal makan, karena hanya ada dua jadwal bagi anak anak
Mendengar cerita mereka , ketika sepiring yang layak, ada sepuluh tangan , karena tak ada lagi sisa makan yang bisa dibagikan
Mendengar cerita jika mereka harus pintar pintar belajar di siang hari karena malam begitu pekat tanpa lampu….
Saatnya meraih kemenangan…..
Siang ini 16 Ramadhan kau tampak lain
Wajahnya terlipat …menimbulkan guratan guratan jelas…
Otakmu kencang berpikir…
Menyusuri koridor koridor…sesekali mengambil barang dan berpikir…
Lalu tersenyum membayangkan sesuatu….
Tapi terlihat bahwa keranjang belanjaanmu penuh sesak dengan berbagai macam makanan dan buah
Dan semuanya masuk ke dalam alamari esmu…
Saatnya meraih kemenangan….
Sore ini 16 Ramadhan kau terliat lain…
Senyum mengembang di sudut bibirmu..
Tak lupa kau berdoa ketika adzan magrib berkumanadan bersyukur atas apa yang ada..
Kau terliat anggun duduk di tepi meja makan
Terlihat…mejamu begitu penuh berbagai pilihan…
Kemanakah air mata kemarin…apakah memang sudah hilang seiring dengan basahnya sapu tangan?
Saatnya meraih kemenangan…
Malam ini 16 Ramadhan dahimu kembali terlipat….
Nampak terlihat jelas ketika kau balik balikan halaman majalah itu…
Puluhan gambar mobil dan handphone keluaran terbaru terliat jelas dari majalah itu
Kau terpekur….kira kira enaknya ganti yang mana ya?
Kemanakah lagi suasana haru di hatimu itu….
Apakah sudah hilang seiring dengan lalunya sedu sedan cerita anak asuhan…..
Saatnya meraih kemenangan……
Malam ini 17 Ramadhankau terpekur hebat……
Malam dimana Al Quran diturunkan
Melihat Qurais shihab membawakan terjemah Al Quran
Sedikit sedikit menetes air dari sudut matamu…
Tapi tak tampakkah olehmu…
Di sudut kamar mu…
Di atas lemari rak bukumu..
Al quran mu tlah berdebu, merindumu untuk sesekali dijamah
Dan kau pun terus menangis diatas kursimu tanpa beranjak menuju ke lemari bukumu..
Saatnya meraih kemenangan….
Siang ini 23 Ramadhan, kau Nampak lain…
Wajahmu memerah…menahan marah…walau tersunging senyum di sudut bibirmu
Darahmu menggelegak karena ada yang mengkritikmu……
Sambil tersenyum kau menjawab dengan merendah, dengan sisipan kesombongan didalamnya…
Saatnya meraih kemenangan…..
Sore ini 27 Ramadhan, kau Nampak senang…
Wajahmu terlihat menawan…..
Oh nampaknya banyak yang datang memujimu…..
Sambil tersenyum..kau jawab dengan merendah….dengan segurat kebanggaaan di sudut hati..
“Ya iyalah jelas…aq…” kesombongan yang hanya kau, Allah, dan malaikat yang tahu…
Sedang syetan di Neraka sana tersenyum puas..walau terikat
Saatnya meraih kemenangan
Gema takbir berkumandang……
Gemuruhnya membuat jagat raya ikut berdzikir bersama
Seluruh semesta menyambut gembira
Tak terkecuali dirimu, Senyum simpul terlihat disana..
Usai sudah 30 hari menahan lapar dahaga dan amarah….
Tak terlihat kesedihan disana
Bahwa hari ini telah berlalu sebuah bulan yang penuh rahmad
Bahwa hari ini telah berlalu sebuah bulan yang penuh Ampunan
Tak kau sadari pula bahwa tahun depan kau belum tentu menjumpainya…
Saatnya meraih kemenangan….
Ratusan SMS kaukirimkan ke handai taulan…
Inilah saat yang dinantikan…saatnya meraih kemenangan..
Tetapi …….Menang seperti apakah yang kau inginkan…..
***
Ayuk semangat
bertadarus mumpung masih hari ke 8, semoga minimal bisa sekali qatam di
bulan ini, dan kita benar benar menang sampai ramadahan tahun depan
menjelang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar