Minggu, 04 Maret 2012

Benarkah Korupsi Terbesar ada Di DJP

Beberapa hari ini berita di televisi dan media cetak sedang terpusat pada seorang pegawai pajak yang memiliki rekening milayaran rupiah dalam tabungannya.  Dan seperti biasa kasus kasu besar seperti century dan wisma atlet pun akhirnya meredup dengan sendirinya. Sebelum kasus dhana mencuat, tiba tiba publik juga diributkan sosok polisi ganteng, yang saya ingat namanya sama dengan pacara siti nurbaya dalam novel siti nurbaya. Saya menjadi heran mengapa pengalihan isu menjadi tidak cerdas, secerdas ketika mereka mengotak atik anggaran, hingga akhirnya menjadi tak jelas entah kemana menguapnya. Mengapa sosok polisi ganteng saja menjadi dibesar besarkan, teman teman saya banyak yang ganteng ganteng juga ndak ribut ribut amat.

Kehidupan pegawai pajak
Kembali ke kasus dhana, maka menjadi lucu ketika PPAT menemukan 2000 transaksi tidak jelas, maka dana menjadi salah satu pilihan incaran untuk diungkap ke publik, lalu kemanakah 1999 rekening lainnya, mengapa tak diungkap ke publik juga.  Sinis kah saya, iya saya akui iya, kadang kuping akan menajdi memerah ketika akhirnya semua pegawai pajak disama ratakan. Apakah saya pegawai pajak? bukan , saya seorang buruh di sebuah perusahaan, tetapi saudara dan teman teman serta tetangga saya ada juga yang menjadi pegawai pajak. Kadang tatapan sisnis saudara saudara lainnya, atau bahkan sangkaan pada keluarga pun menjadi hebat , padahal saya mengerti benar, darimana saudara membeli mobil dan rumah , kebanyakan karena gajinya disekolahkan di beberapa bank. Lalu bagaimana dengan tetangga saya,? mereka juga biasa biasa saja hidupnya, anak simbah kos saya suami istri pegawai pajak, tetapi rumahnya pun biasa, mobilnya juga mobil corona jaman duu kala. Lalu bagaimna dengan teman teman saya? Teman saya sebut saja tomo, mobilnya adalah mobil timor dan dibayar cicil. Ayah teman saya bahkan tidak memiliki mobil sama sekali karena , uangnya habis untuk menyekolahkan anaknya.
Apa benar korupsi terpusat di DJP
Kebalikan dengan seorang teman saya yang ayahnya adalah pejabat di pemkot dan ibunya juga pejabat di pemkot. Dengan gaji pns pemkot maka apakah layak, keluarga tersebut memiliki rumah megah,  3 mobil bagus, belum lagi harta tak bergerak lainnya. Dan ketika sahabat saya ingin mendaftar pns maka mudah sekali bagi dia untuk masuk.
Liat saja teman teman kita yang ayahnya pejabat di departemen departemen, berapakah sebenarnya gaji bapaknya? Istrinya yang wira wiri arisan, meneteng barang mewah, belum anaknya yang sok aksi borjuis membayari teman temannya, membawa mobil ke kampus bergonta ganti merk mewah, seperti ganti sepatu saja. Atau ank anaknya yang sekolah keluar negeri bukan dengan beasiswa, dan dengan bangga sang ibu memamerkannya, . Belum lagi perawatan salon, dan prabotan mewah di rumahnya, apakah cukup gaji ayahnya membiayai semua itu, dengan lumbung nya yang hanya berasal dari gaji nya saja?
Teman saya ada yang baru masuk ke salah satu departemen di semarang, dia baru saja prajab. maka dengan enteng dia bercerita, “iya mbak aku juga bingung uangku banyak sekarang, lha gaji utuh tiap minggu biasanya dapat tambahan berupa amplopan,biasa mabk kalau ada pengadaan pengadaan atau acara acara tertentu” …wkwkw… whatttt… jadi gaji pns dia sebesar 1, 8 juta diawal, atau 2,5 jutaan di awal di setiap bulan ternyata masih mendapat tambahan tiap minggu. itu dia yang pegawai baru. Mirisnya lagi, dia bercerita bahwa itu biasa, atasan dia ada yang sekali tanda tangan dapat 5 sampai 10 juta, padahal tiap minggu bisa tanda tangan 1 sampai 3 tanda tangan di ruangannya setiap dua minggunya. Belum lagi di ruangan lainnya… whatttttsssss…… hadeuhhh mengerikan bukan. Itu baru satu atasannya, dan blum atasan atasan lainnya….. :(
saya jadi membayangkan, itu hanya di satu cabang departemen di semarang, di satu kota, satu kantor dan baru satu orang. lalu pertanyaaannya, berapa departemen yang ada di indonesia dengan cabang cabangnya, berapa jumlah pns di Indonesia di depertemen departemen?
Ada lagi teman saya yang kerja di inspektorat, ketika membicarakan masalah emas murni, dan manfaatnya, dia menjadi semangat. Yang muncul adalah kekagetan saya ketika dia bilang ” wah aku tiap bulan bisa nabung 5 gram itu, dari biaya dinas biaya dinas keluar”, lho lho apa ini… gajinya setahuku hanya 3 jutaan, kalau dia mau beli emas murni batangan 5 graman, maka dia akan mendapat tambahan lebih dari 2, 5 jutaaan, menjadi mebingungkan ketika itu adalah karena dinas luar, lha kerjaannya kan memang inspektorat, inspeksi, wajar kalau misalnya transport dan makan ditanggung ketika dinas luar, tapi apa iya dapat bisa sampai lebih 2, 5 jutaan.  Lalu ada yang mengatakan kan spj per harinya shoi, bisa diirit,,, wah sistem yang rusak ini, maka biasa di beberapa instansi akhirnya melakukan perjalanan fiktif.
Teman saya juga di departemen di pusat jakarta, mengatakan , “iya mbak kerja di sisni itu imannya harus tebal, kadang kan suka ada kunjungan pejabat pejabat, nah kita kan harus kasih suguhan dan uang saku, lha darimna asal dana itu, kalau dianggarkan tidak boleh, ya akhirnya kita ngadain kegiatan fiktif ntar tanda tangan, lalu dipotong sebagian, sebagian buat kita sebagian masuk kas kantor”, aku dulu pernah kejebak mbak, akhirnya aku tidak mau tanda tangan, tetapi malah dijauhin sekarang, lalu sekarang dipaksa, untung dikasih tahu , bisa dikembalikan ke kas negara, aku dikirim formnya sama teman”
Teman saya yang masuk Bapeda baru baru saja di salah satu daerah juga begitu, tahun kemarin ada anggaran lebih, maka akhirnya mereka membuat program, ketika did diskusikan dengan anggota DPR, maka intinya adalah kamu bisa kasih saya berapa agar gol ini rancangan.
Tetangga saya menjadi pejabat publik di salah satu daerah, dan hampir semua proyek masuk ke keluarganya, pengadaan buku, Pengembangan kolam ikan, pengadaan lks, pengadaan macem macem, padahal setahu saya saudara saudaranya dulu tidak memiliki bisnis itu.
Sekarang mari kita bayangkan, apakah benar pusat korupsi itu ada di DJP?, Lalu berapakah uang uang beredar tak jelas di departemen departemen atau pemda pemda di tingkatan desa, kabupaten, ataupun propinsi. Kita sampai saat ini memiliki kurang lebih 33 propinsi, maka kurang lebih ada 33 gubernuran, belum lagi kabupatennya ada berapa ratus, lalu desanya.  lalu berapakah jumlah departemen di Indonesia? belum lagi cabang cabang departemen yang ada di seluruh indonesia……. hadeuhhhh….mual memikirkannya….
Walaupun begitu, orang orang DJP tak usahlah emosi, karena memang ada sebagian teman temannya yang masih tak jujur, dan berkolaborasi secara licik dan picik dengan para cukong penghisap rakyat.  Semoga saja Dhana dhana baik dari DJP, ataupun dari pemda, ataupun dari, departemen, atau BUMN lainnya juga segera diungkap oleh kejaksaan melalui 1999 rekeningnya
Tetapi pertannyaaannya tetap …… lalu kemanakah sebenarnya alokase pajak kita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar